Minggu, 18 Oktober 2026

KELAS SENSORI PAUD AL QALAM UNTUK TUMBUH KEMBANG BUAH HATI YANG OPTIMAL

 

Kelas Sensori PAUD Al-Qalam

PAUD Alqalam membuka Kelas Sensory, hari ini 18 Oktober 2026 merupakan kelas perdana. Ada 8 anak mendaftar mengikuti kegiatan sensory di lembaga pendidikan sekolah alam tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menstimulasi aspek – aspek perkembangan anak usia dini.

Kelas Sensory ini di bimbing langsung oleh Pak Fajar seorang guru yang berpengalaman di pendidikan anak usia dini. Selama satu setengah jam beliau membersamai anak – anak beraktifitas di Kelas Sensory sekolah PAUD Alqalam, di dampingi oleh tiga orang guru dari sekolah yang beralamat di Citra Indah Jonggol ini yaitu Bu Dini, Bu Rani. Dan Bu Nabila.

Pada hari pertama kelas sensory ini anak – anak yang terdiri dari usia 1,5 hingga 4 tahun mengikuti 5 kegiatan yang berguna untuk menstimulasi  panca indra anak (penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa), bahasa, dan motorik guna mendukung tumbuh kembang optimal mereka.

Perkembangan Bahasa terstimulasi melalui kegiatan membaca buku, pak fajar membacakan buku cerita dengan cara yang menarik dan interaktif. Anak – anak terlihat sangat antusias menyimak dan menjawab pertanyaan sederhana yang pak fajar sampaikan.

Bukan hanya perkembangan Bahasa, kemampuan numerasi mereka juga terstimulus melalui kegiatan membaca buku dengan judul “Kolam Ikan Lele Caca” yang isinya banyak gambar yang digunakan oleh pak fajar untuk berhitung dan mengenal bentuk geometri.

Selesai membaca buku anak – anak mengikuti kegiatan gross motor yang berguna untuk melatih motorik kasar, fokus, keseimbangan, dan kekuatan tulang dan otot mereka. Di mana hal itu sangat penting untuk membantu tumbuh kembang dan kegiatan belajar mereka di sekolah atau di rumah.

Kegiatan berikutnya adalah finger painting, bermain playdough, memindahkan biji jagung menggunakan sendok, dan bermain rancang bangun. Pada kegiatan ini bukan hanya indra peraba dan perasa yang terstimulasi, perkembangan emosi mereka pun terstimulasi terutama pada kegiatan rancang bangun di mana mereka berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sebayanya guna mengkomunikasikan jenis bangunan yang dibuatnya.

Kelas Sensori PAUD Alqalam dilaksanakan setiap pekan pada hari Minggu, karenanya bagi Ayah dan Bunda yang Anandanya ingin diikutsertakan silakan mendaftar.


Kelas Sensori untuk tumbuh kembang Anak Usia Dini yang optimal. Kelas Sensori biaya sangat terjangkau dan tersedia program paket  1 bulan (4 x pertemuan). Kelas Sensori PAUD Al-Qalam Jonggol Jawa Barat.

 

Rabu, 26 Agustus 2026

STIMULASI TUMBUH KEMBANG MELALUI PERAYAAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 81 WARGA LORONG 17 – 18 BLOK A PERUMAHAN PESONA KAHURIPAN 4

 

Warga Lorong 17 - 18 Blok A Perumahan Pesona Kahuripan 4

Pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 ada yang berbeda. Kegiatannya sangat sederhana, namun kaya makna dan manfaat terutama untuk menstimulasi tumbuh kembang, bukan hanya pada anak, yang punya anak pun tumbuh kembangnya ikut terstimulasi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh warga lorong 17 – 18 Blok A Perumahan Pesona Kahuripan 4 (PK4) Desa Bojong, Kecamatan Klapa Nunggal, Bogor Jawa Barat. Mereka bersama – sama mengadakannya dalam rangka merayakan HUT RI yang ke 81

Acara yang sudah direncanakan dari jauh hari tersebut dilaksanakan di daerah Cipanas Jawa Barat selama dua hari satu malam. Berangkat dari PK 4 pada pagi hari Sabtu 15 Agustus 2026 menggunakan mobil – mobil pribadi dan kembali pada hari Minggu16 Agustus 2026.

Bapak – bapak, ibu – ibu, anak – anak, remaja, bahkan bujangan pun berangkat bersama menuju lokasi melalui jalur Desa Suka Makmur atau gunung luhur yang merupakan jalan alternatif menuju kawasan puncak.

                                                   (video saat keberangkatan dari lorong 17 -18)

Sesampainya di lokasi, setelah pembukaan dan doa bersama, mereka mengikuti kegiatan lomba yang diadakan oleh panitia. Bukan hanya anak – anak, semua peserta ikut lomba layaknya perlombaan Agustusan di lingkungan RT.

Sebelum dilanjutkan penulis perlu sampaikan, pada catatan non ilmiah singkat ini penulis tidak menceritakan alur kegiatan dari awal hingga akhir, atau menuliskan pokok – pokok kegiatan yang menarik untuk diberitakan, tidak. Pada catatan bukan jurnal ini penulis hanya menyajikan manfaat kegiatan tersebut dari aspek pendidikan terutama terkait tumbuh kembang secara umum dan singkat.

Baca Tentang TUMBUH KEMBANG

Bukan hanya tumbuh kembang untuk anak, pada orang tua pun akan penulis sampaikan, karena orang dewasa kondisi dirinya juga terus bertumbuh dan berkembang terutama pikiran, qolbu, badan, dan perutnya hehehe.

Agar pembahasannya tidak terlalu lebar dan banyak seperti perumahan pesona kahuripan, penulis membatasi bahasan aspek tumbuh kembangnya hanya 3 aspek saja yaitu emosional, interaksi sosial, dan fisik motorik.

Pertama, aspek emosional. Aspek tumbuh kembang ini sangat penting. Kata para pakar pendidikan dan psikologi suksesnya seseorang sangat ditentukan oleh aspek emosionalnya.

Pada kegiatan warga lorong 17 dan 18 ini stimulasi pada aspek emosionalnya sangat terlihat pada ibu – ibu dan para bapak. Untuk para ibu terstimulasinya mulai dari merencanakan dan mempersiapkan kebutuhan acara seperti kaos, konsumsi, hingga bingkisan untuk acara tuker kado. Betapa sabarnya mereka memenuhi semua kebutuhan itu tanpa bantuan bapak – bapak apalagi bapak Presiden.

Adapun pada bapak – bapak, stimulasi emosionalnya mulai terlihat saat perjalanan melintasi Desa Suka Makmur terutama yang mengendarai mobil. Mereka harus sabar dan ekstra hati – hati ketika melalui jalanan Suka Makmur yang terkenal ekstrem. Kejadian ketika di tanjakan 2000 ada salah satu mobil rombongan yang kesulitan nanjak sehingga harus  didorong. Dengan penuh kesabaran dan kegigihan Pak Ahmad Jazuli yang merupakan Ketua RW di PK 4 dan Pak Sidik membantu mobil tersebut, setelah mobil berhasil melaju, mereka berdua jalan kaki di tanjakan yang terkenal terjal itu. Apa yang mereka lakukan menunjukkan perkembangan emosional yang sangat baik. Mereka berdua sangat sabar membantu mobil yang mogok kemudian berjalan kaki, bapak – bapak yang sudah sampai di atas pun sabar menunggu mereka berdua berjalan menaiki tanjakan yang terjal. Ibu – ibu dan anak – anak juga sabar menunggu pak RW dan pak Sidik yang telihat ngos – ngosan menapaki jalan menanjak.

Anak –anak aspek emosionalnya terstimulus dengan baik bukan saat perjalanan saja, tetapi ketika mengikuti lomba mulai dari lomba memindahkan bola warna – warni, makan es krim, nahan ketawa, memasukan paku ke botol menggunakan pancingan leyot (mincing emosi), fun game dan memindahkan air.

Kedua, Interaksi Sosial.  Aspek perkembangan ini juga sangat penting. Orang – orang sukses pasti cerdas berinteraksi sosial.  Sesuai dengan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menambah keakraban antar warga, maka sudah dipastikan aspek ini sangat terstimulus mulai dari perencanaan, persiapan, keberangkatan, acara, dan perjalanan kembali ke Perumahan Pesona Kahuripan 4 tercinta.

Pada anak – anak aspek perkembangan ini sangat terstimulus, terutama mereka yang jarang keluar rumah, ketika mengikuti kegiatan ini mereka jadi berinteraksi sesama mereka walau masih malu – malu atau jaim. Wajar dan itu sesuai dengan tahapan perkembangan interaksi sosial pada anak. 

Ketiga, Fisik Motorik.  Aspek perkembangan ini sudah pasti terstimulus dengan baik mulai dari keberangkatan hingga kembali ke rumah, apalagi pada kegiatan ini ada Senam Bersama di pagi hari yang dipandu oleh Instruktur senam berpengalaman yaitu Bapak Sidik. Bukan hanya itu, anak – anak, ibu – ibu fisik motoriknya juga terstimulus pada kegiatan berenang dan fun game.

Adapun bapak – bapak terstimulus dengan sangat baik bukan saat senam, main bola, bakar jagung, biliar, dan di kolam renang saja, pada saat lomba perkembangan fisik motorik mereka juga terstimulus dengan sangat baik bahkan mereka mempu memadukannya dengan aspek emosional dan fokus, berikut videonya :

 

                                                        (Video Bapak - Bapak Lomba Pake Celana Tanpa Tangan)

Demikianlah kegiatan warga lorong 17 – 18 Blok A Perumahan Pesona Kahuripan 4 dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 yang bermanfaat terutama untuk menstimulasi aspek tumbuh kembang fisik motorik, emosional, dan interkasi sosial. Semoga tahun depan semua warga lorong 17 - 18 bisa ikut, lebih meriah dan kompak lagi, Aaamin.

 

Oleh : Firman Mudiana Fajar,S.Pd.I, M.Pd

Warga Baru Perumahan Pesona Kahuripan 4

Klapa Nunggal – Bogor

Jawa Barat

 

 

 

Selasa, 25 Agustus 2026

ORANG TUA YANG ANAKNYA RAJIN SHOLAT DI MASJID BISA BERDOSA

 


Masjid adalah tempat ibadah umat Islam dan sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di dalamnya sehari lima waktu, tanpa disadari banyak orang tua yang berdosa karena anak – anaknya sering sholat berjamaah terutama waktu Magrib.

Memakmurkan Masjid dengan sholat berjamaah sangatlah dianjurkan dan sangat bernilai tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam :

"Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian (munfarid) dengan 27 derajat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan Allah Subhanahu Wataala menyebut orang yang memakmurkan Masjid adalah orang – orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir :

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah…” (QS. At-Taubah: 18)

Karena itu banyak umat Islam berusaha melaksanakan Sholat secara berjamaah di Masjid dan tentunya mereka mengingikan suasana yang khusyu, tenang, dan hikmat ketika beribadah sakral tersebut.

Namun sayang tidak jarang kekhusyuan mereka terganggu oleh suara anak – anak kecil yang ikut sholat berjamaah di Masjid tanpa pendampingan orang tua.Mereka bukan hanya mengobrol, mereka juga bercanda fisik yang sangat mengganggu jamaah dewasa, bahkan mengotori Masjid.

Pada dasarnya membawa anak – anak ke Masjid diperbolehkan guna memberikan pendidikan dan pembiasaan pada anak, agar mereka memiliki kebiasaan yang positif ketika waktu sholat tiba langsung melaksanakannya dan mengenal Masjid sebagai tempat ibadah kepada sang penciptanya.

Bahkan orang tua berkewajiban mendidik anaknya untuk melaksanakan sholat sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun…” (HR. Ahmad).

Dengan kata lain, membawa anak ke Masjid diperbolehkan dengan syarat yaitu :

  1.  Anak sudah mumayyiz yaitu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
  2. Orang tua wajib mendampingi dan mengawasi anak selama berada di masjid.
  3. Pastikan anak tidak mengganggu ketenangan dan kekhusyuan jamaah lainnya
  4. Ajarkan anak tentang adab – adab di dalam Masjid

Adapun anak – anak yang sering sholat berjamaah di Masjid tanpa pendampingan orang tua, terutama yang paling ramai di waktu sholat magrib, maka orang tuanya “berdosa” sebagaimana Fatwa ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang mengatakan jika anak belum tamyiz (belum bisa membedakan baik dan buruk) dan berpotensi membuat gaduh, lari-lari, atau mengotori masjid, maka orang tua berdosa jika membiarkannya mengganggu jamaah (tidak mendampingi/mengawasi).

Wallahu Alam

Firman Mudiana Fajar,S.Pd.I,M.Pd

Klapa Nunggal

Bogor - Jawa Barat