Tampilkan postingan dengan label Cahaya Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cahaya Ramadan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 April 2023

Quitter, Camper, dan Climber Pasca Ramadhan

 


Bulan Ramadhan baru saja meninggalkan kita. Namun, sepeninggalnya umat Islam sudah terpecah menjadi tiga golongan. Hanya satu golongan yang benar dan mendekati puncak kebenaran, Kedua golongan yang lain statusnya Wallahu ‘alam.

Ramadhan disebut juga sebagai bulan Tarbiyah atau DIKLAT (Pendidikan dan Pelatihan) bagi umat Islam. Selama satu bulan umat Islam dididik dan dilatih fisik, akal, dan rohaninya.  Output dari diklat itu adalah menjadi manusia yang pikiran, perasaan, sikap, tutur kata, dan perilakunya baik kepada Allah SWT dan sesama manusia.

Namun, sebagaimana pendidikan dan pelatihan pada umumnya. Setelah pelatihan di bulan Ramdhan para pesertanya terbagi menjadi tiga golongan yaitu :

Pertama, Quitter. Kelompok ini setelah bulan Ramadhan enggan berusaha mengamalkan apa-apa yang dilakukannya selama di bulan puasa. Baginya bulan puasa berakhir selesai pula  beramal ibadahnya, yang tersisa hanya sholat wajib saja. Itupun dikerjakannya sesempatnya.  Bahkan sebagian dari kelompok ini cenderung melakukan kembali kemaksiatan yang dilakukannya di luar bulan Ramadhan.

Kedua, Camper. Kelompok ini cenderung statis seperti air dalam plastik tipis. Baginya ada Ramadhan ataupun tidak sama saja. Kelompok ini enggan berusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas amalnya, serta kualitas dirinya terutama kualitas keimanan dan keislamannya. Kelompok ini merasa aman dan nyaman dengan kehidupan dunia dan amal ibadah untuk akhiratnya yang sudah ada.

Ketiga, Climber. Kelompok ini sepeninggal Ramadhan bertambah giat ibadahnya, senantiasa berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas amal ibadahnya, bersungguh-sungguh mempertahankan dan meningkatkan keimanan dan keislamannya. Kelompok ini tidak khawatir dicaci, dihina, dikriminalisasi karena mencari ilmu untuk meningkatkan kualitas dirinya demi menggapai ridho Allah SWT.

Kelompok ketiga ini benar-benar menjalankan perintah Allah SWT. Yaitu “Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya” (QS. Al Maidah [5]

Sahabat, itulan tiga golongan sepeninggal bulan mulia, bulan berkah, bulan tarbiyah, yaitu Ramadhan. Kira-kira kita masuk yang mana?

Wallahu’alam

Syawal 1444 H/23 April 2023

Kelapa Dua Wetan 10/11/49 Ciracas Jakarta Timur

(Fajar,M.Pd. Akun Youtube, IG, Tikto : Aa Fajar Paud)

 

Rabu, 13 April 2022

Alhamdulillah Pesantren Alquran Pendidikan Masjid Nurul Hikmah Berlimpah Berkah



 Alhamdulillah Pesantren Alquran Pendidikan Masjid Nurul Hikmah terlaksana dengan aman, lancar dan berlimpah berkah. Bukan hanya untuk peserta, jamaah lainnya pun merasakan keberkahannya. 

Santriwan dan Santriwati Pendidikan Masjid Nurul Hikmah selama dua hari mengikuti pesantren alquran. Sebuah program khusus untuk memperkuat, menambah hafalan, dan memperlancar tilawah alquran. 

Kegiatan tersebut dibagi dua kelompok, yaitu kelompok satu usia dini yang terdiri dari santri Raudhatul Athfal, TPQ Kecil, dan Bimba. Kelompok ini mengikuti kegiatan dari jam 08.00 s/d Bada Dzuhur. 

Adapun kelompok dua yaitu terdiri dari santri kelas tahfidz, TPQ Besar, dan Murahiq. Mereka mengikuti acara perdana itu dari jam 12.30 s/d berbuka puasa.

Kegiatan khusus santriwan - santriwati Pendidikan Masjid Nurul Hikmah itu dilaksanakan dari hari Sabtu, 09 April s/d Ahad 10 April 2022.

Peserta Usia Dini Sedang Berkreasi Tentang Ramadhan

Acara yang tujuannya Qurani tersebut gratis. Peserta tinggal datang tanpa membayar. Bukan hanya gratis, peserta pun mendapatkan menu berbuka puasa yang luar biasa melimpah dan berkah. 

Bukan hanya peserta, para ustadz dan ustadzah pun merasakan keberkahan tersebut. Baik hari pertama maupun hari kedua menu berbukanya melimpah. 

Jamaah sekitar masjid pun ikut merasakan keberkahan tersebut. Abang pemulung pun ikut gembira, karena ia mendapatkan banyak botol dan kardus. 

Semua itu berkat pertolongan Allah SWT melalui para muhsinin, orang tua yang mendonasikan sebagian rizkinya untuk acara yang menumbuhkan kecintaan pada Alquran tersebut. 

Karena itu, lewat tulisan singkat ini saya, selaku Kepala Pendidikan Masjid Nurul Hikmah, ingin mengucapkan terimakasih, jazakumulloh khoiron kastiron kepada para muhsinin. 

Semoga dari setiap huruf yang dibaca oleh para peserta kelak menjadi amal jariah dan menjadi keberkahan untuk para muhsinin sekalian. 


Peserta Mengikuti Fun Game

Ramah Tamah Dengan Pengurus DKM

Pada hari pertama, peserta, ustadz-ustadzah, serta pengurus POSPEMANAH beramah tamah dengan ketua DKM dan jajarannya. 

Pada kesempatan yang singkat itu ketua DKM, Drs.Suherman,M.Pd, sangat mengapresiasi kemajuan Pendidikan Masjid Nurul Hikmah yang dulunya sempat vakum. 

"Dulu kegiatan pendidikan di sini vakum. Kemudian Kami amanatkan TK, dan TPA kepada mas Fajar. Karena kami tahu ini bidangnya beliau. Beliau guru TK, pasti bisa mengembangkan pendidikan di nurul hikmah ini..." Cerita Pak Suherman kepada hadirin. 

Beliau pun mengucapkan terimakasih kepada wali santri dan para muhsinin yang sudah mendukung kegiatan pesantren alquran tersebut. 

Pengurus DKM

Motivasi dan Inspirasi dari Para Penghafal Alquran

Alhamdulillah, semenjak bulan Mei tahun 2021 Masjid Nurul Hikmah kedatangan para santri penghafal Alquran yang sedang mengambil sanad 30 Juz. 

Mereka datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Sulawesi, Riau, Cianjur, dan ada juga yang dari Depok Jawa Barat. Mereka mukim di dekat masjid sampai selesai mengikuti pendidikan selama 2 tahun. 

Karenanya pada kegiatan ini panitia mengundang mereka untuk sharing pengalaman menghafal alquran kepada peserta, agar peserta mendapatkan motivasi dan inspirasi. 

Masya Allah ternyata menghafal alquran itu mudah dan nikmat. 

"Saya merasakan menghafal alquran itu gampang dan enak. Kalau metode itu nanti kita sendiri yang menemukan. Setiap orang metode nya beda-beda..." Kata kak Azzam yang usia SMP sudah hafal alquran. 

Azzam Hafidzhohulloh Sedang Sharing Pengalaman Menghafal Alquran

Mereka semua ada tujuh orang. Namun yang bisa hadir hanya empat, karena yang tiga sedang tugas di masjid lain. 

Alhamdulillah, dari kisah yang mereka sampaikan banyak inspirasi dan motivasi yang dapat diambil oleh para peserta. 

Semoga para peserta Pesantren Alquran menjadi penghafal Alquran seperti kakak-kakak hafidz tersebut.. Aamiin

Selasa, 07 Mei 2019

Cahaya Ramadan : Inilah Rahasia Penting Anjuran Mengakhirkan Waktu Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa



“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Alloh mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Alloh mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Alloh untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam,Yaitu fajar.kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Alloh, Maka janganlah kamu mendekatinya.Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS. Albaqarah : 187)

Islam adalah agama yang ajarannya sesuai dengan fitrah manusia dan tidak membahayakan tubuh, namun penuh dengan manfaat, termasuk untuk tubuh. Salah satu ajaran islam  yang wajib dilaksanakan oleh umatnya adalah ibadah puasa, yaitu menahan masuknya makanan, minuman, dan bersenggama dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sebelum terbit fajar, atau sebelum berpuasa umat islam dianjurkan untuk melakukan makan dan minum pada dini hari, yang lebih dikenal dengan sebutan Sahur. Disebut demikian karena aktifitas makan dan minum dilakukan pada waktu sahur.
.
Baca juga,silakan klik : Ramadan Training Sebulan yang Penuh Manfaat

Sahur adalah akhir dari malam sebelum subuh  atau akhir dari sepertiga malam terakhir hingga terbit fajar. Sehingga ditetapkan akhir dari sahur bagi orang yang berpuasa adalah terbitnya fajar yang ditandai dengan berkumandangnya adzan subuh. Sebegaimana firman Alloh swt dalam surat Al baqarah ayat 187 di atas, dan hadist Rasululloh saw : “Janganlah kamu sekalian terhalang bersahur oleh adzan nya Bilal bin Rabah dan jangan pula oleh bayangan putih yang berada diufuq sehingga warna putih itu menyebar (merata)”.(HR.Bukhori).

Kemudian Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Rasululloh saw bersada, “Sesungguhnya Bilal adzan diwaktu malam (sebelum waktu subuh), karena itu makan dan minumlah sampai adzan Ibnu Abi Maktum (adzan pertanda telah masuknya waktu subuh).” (HR. Bukhori)

Rasululloh saw menegaskan bahwa makan sahur adalah pembeda dengan puasa nya ahlul kitab. “Pembeda puasa nya kita dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur” (HR.Muslim).

Imam nawawi menjelaskan, “artinya, pemisah dan pembeda antara puasa kita dengan puasa mereka adalah sahur, karena mereka tidak bersahur sedang kita dianjur kan untuk bersahur”.

Makan sahur merupakan pembeda puasa orang-orang islam dengan puasanya orang-orang diluar Islam. Dan meski hukum melaksanakan sahur adalah sunnah, namun didalamnya terdapat keberkahan bagi yang melaksanakan nya.

Rasululloh saw bersabda tentang keberkahan sahur, “bersahurlah kalian karena dalam bersahur terdapat keberkahan”. (HR. Bukhori, Muslim).

Baca juga, silakan klik : Pentingnya niat

Dalam kitab Fathul Baari Ibnu Hajjar menyebutkan keberkahan yang diperoleh dari melakukan sahur, beliau mengatakan “Pendapat yang terbaik adalah, bahwa keberkahan dalam makan sahur dapat diperoleh dari banyak segi, yaitu mengikuti sunnah dan menyalahi ahlul kitab, taqwa kepada Alloh swt dengan beribadah, menambah semangat beramal dan mencegah ahlak yang buruk yang diakibatkan oleh kelaparan, menjadi sebab bersedekah kepada siapa yang meminta saat itu atau bersama dengan nya untuk makan, membuat nya berdzikir, berdo’a pada waktu dikabulkan do’a, memperbaiki niat puasa bagi mereka yang melalaikan nya sebelum tidur, ibnu daqiqil ‘ied berkata ‘keberka han ini dapat juga berlaku terhadap hal-hal ukhrawi karena dengan menegakkan sunnah, maka akan diganjar dan bertambahnya sunnah yang dilakukan, begitu pula bisa saja berlaku terhadap hal-hal duniawi seperti kekuatan tubuh untuk berpuasa dan juga memudahkan dirinya tanpa ada bahaya bagi orang yang melakukan puasa”.

Makan sahur membuat tubuh tetap terjaga dan kuat ketika beraktifitas pada siang harinya. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa saat puasa tubuh tetap melakukan aktifitas penyerapan berbagai unsur yang ada didalam tubuh guna menghasilkan energi untuk tubuh beraktifitas, yang berhenti hanyalah proses pencernaannya dan mulai berhentinya proses pencernaan setelah makanan dan minuman yang diperoleh ketika sahur dicerna tubuh. Hasil cerna terakhir inilah yang dijadikan tubuh sebagai sumber energi, sehingga meskipun merasa lapar dan haus tubuh tetap dapat beraktifitas dan sel-sel tubuh tetap mendapatkan makanan, sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga. Bisa disebut juga makan sahur memperpendek waktu kosongnya perut, yang dimulai dari akhir pencernaan hingga waktu berbuka. Untuk itu lah Nabi Muhammad saw menganjurkan makan sahur dan mengkahirkannya, “umatku akan tetap mendapatkan kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka”. (HR. Ahmad)

Hal tersebut juga merupakan hikmah dari anjuran segera berbuka puasa, tidak menunda-nundanya hingga larut malam atau hingga sahur. Karena dengan bersegera berbuka waktu kosongnya perut tidak terlalu lama hingga mengakibatkan berkurang nya unsur-unsur penting yang ada didalam tubuh. Dan makanan yang diperoleh ketika berbuka menjadi unsur-unsur penting yang disimpan didalam tubuh sebagai cadangan ketika masa kosongnya perut saat puasa keesokan harinya.

Menunda berbuka puasa bukanlah kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah saw, beliau mencontohkan dan menganjurkan untuk segera berbuka puasa jika sudah masuk waktunya berbuka puasa.

Dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rasululloh saw bersabda,  “Umatku tetap senantiasa berpegang teguh pada sunnahku, selama mereka tidak menunggu bintang untuk berbuka puasa.”  (HR. Ibnu Hibban)

Dari Abu Hurairoh ra, bahwasanya Rasululloh saw bersabda, “Agama senantiasa menang selama orang-orang (muslim) menyegerakan berbuka puasa. Karena orang-orang yahudi dan nashrani menundanya” (HR. Abu dawud, Ibnu Hibban)

Menyegerakan berbuka puasa sangatlah penting dan bermanfaat bagi tubuh, maka ketika adzan magrib berkumandang sangat tepat dan bijak untuk berbuka puasa terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat magrib meski hanya dengan seteguk air. Sebagaimana yang di ungkapkan Anas bin malik ra, “Aku tidak pernah sekalipun melihat Rasululloh saw sholat magrib sebelum berbuka, walaupun hanya meminum sedikit air”. (HR. Ibnu Khuzaimah)

Demikianlah, melakukan sahur dengan mengakhirkannya, serta menyegerakan berbuka puasa merupakan perbuatan sunnah yang mengandung manfaat bagi kesehatan dan kekuatan tubuh, dengannya energi tubuh, yang memiliki peran penting untuk tubuh dapat aktifitas baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, tetap terjaga keberadaannya meski perut kosong dari makanan dan minuman pada siang hari nya.

Wallohu'alam


Semoga Bermanfaat.

Senin, 06 Mei 2019

Cahaya Ramadan : Ramadan Training Sebulan yang Penuh Manfaat Untuk Umat Manusia



Pada bulan Ramadhan, sebagai bentuk kasih sayang kepada hambanya, Alloh SWT mewajibkan orang-0orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak ada satu perintah pun yang diberikan kepada hambanya melainkan memiliki tujuan yang agung, mengandung faedah atau manfaat didalamnya.

Alloh SWT berfirman :
 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Albaqarah : 183)

 “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Alloh menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kalian bersyukur
(QS. Albaqarah : 185)

Ibadah puasa merupakan salah satu pondasi bangunan agama yang mulia ini, berdirinya sebuah bangunan tidak sempurna jika salah satu tiangnya tidak berdiri dengan tegak, bahkan jika hilang satu tiang bangunan akan runtuh. Untuk itu seorang muslim yang telah mengikrarkan keimanannya, bersaksi hanya Alloh yang berada dan berhak disembah, serta bersaksi bahwa Muhammad adalah utusannya, wajib melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Ibnu Umar meriwayatkan sebuah hadist dari Rasululioh saw yang bersabda :

Islam dibangun di atas lima hal : bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, mendirikan sholat, memberikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke baitulloh” (HR. Mutafuq alaih)

Baca Juga :Pentingnya Niat Puasa

Puasa secara harfiah berarti menahan diri secara mutlak dari makan, minum, berbicara, hubungan badan dan perjalanan.[1] Sedangkan secara istilah puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari atau magrib dengan ketentuan tertentu. Ketentuan-ketentuan ibadah puasa yang harus dijalankan telah dijelaskan di beberapa kitab fikih seperti adanya niat dan hal-hal yang dapat mengurangi pahala atau membatalkan nya.

Para ulama telah bersepakat tentang wajibnya ibadah puasa pada bulan Ramdan. Tidak ada perselisihan diantara mereka tentang kewajiban tersebut, hanya sedikit perbedaan yang sering terjadi yaitu pada penentuan awal dan akhir bulan Ramadan. Karena itu berdasarkan hadist-hadist tentang ibadah puasa, serta ayat-ayat Al – qur’an dan juga pengalaman para ulma, para ulama menyebutkan bahwasanya ibadah puasa memiliki manfaat yang besar bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan.

Dr. Jamal Elzaky dalam bukunya Mukjizat Kesehtan Ibadah menyebutkan hikmah diperintahkannya ibadah puasa pada bulan Ramadhan, yaitu :

  1. Puasa merupakan media untuk mensyukuri nikmat, karena dengan puasa kita menahan nafsu  untuk makan, minum dan berhubungan badan. Yang semuanya merupakan nikmat yang paling besar dan paling diinginkan manusia. Nikmat-nikmat itu sering kali diabaikan dan dilupakan manusia. Mereka lupa bahwa Alloh SWT telah menganugerahkan nikmat yang begitu besar. Mereka baru mengingatnya ketika kehilangan atau tak lagi merasakan nikmat-nikmat itu. Puasa mendorong mereka untuk bersyukur atas semua nikmat tersebut karena mensyukuri nikmat merupakan kewajiban baik menurut akal maupun syariat. Alloh berfirman  menyebutkan hikmah puasa dalam rangkaian ayat tentang puasa (QS. Albaqarah : 185) , “agar kalian bersyukur”.
  2. Puasa merupakan perantara atau jalan yang akan mengantarkan kaum muslim menuju derajat taqwa. Jika nafsu dapat dikendalikan sehingga kita dapat menahan diri dari sesuatu yang halal karena mengharap ridho Alloh SWT dan takut akan siksanya yang pedih, niscaya nafsu akan terbiasa dan terlatih untuk menahan diri dari segala yang haram. Kewajiban puasa meniscayakan kita menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Alloh SWT. Dalam akhir ayat tentang kewajiban puasa Alloh swt berfirman, “agar kalian bertaqwa”.    
  3. Puasa meniscayakan pemutusan kebiasaan dan pengendalian syahwat. Ketika nafsu terpuaskan dan segala hasrat terpenuhi, pasti syahwat akan terbangkitkan untuk merasakan segala sesuatu yang lebih nikmat dan memuaskan dahaganya. Sebaliknya, jika nafsu kelaparan, niscaya ia akan menahan diri dari segala keinginan syahwat. Karena itulah Nabi saw bersabda “Wahai pemuda, siapa saja diantara kalian yang mampu menikah maka menikahlah, karena pernikahan akan menahan pandangan dan melindungi kemaluan. Dan siapa saja yang tidak bisa maka berpuasalah karena puasa merupakan benteng” (HR. Bukhari)
  4. Puasa akan melahirkan rasa cinta, kasih sayang dan kelembutan kepada orang miskin. Ketika seseorang berpuasa dan mengalami kelaparan selama waktu tertentu, ia akan ingat kelaparan yang setiap saat dirasakan oleh orang miskin. Dengan begitu ia akan bersimpati, menyayangi, mengasihi, dan berbuat baik kepada mereka. Jika kebaikannya itu dilakukan dengan iklas dan hanya mengharap ridho Alloh SWT, niscaya Alloh SWT akan memberinya balasan kebaikan yang berlipat ganda baik didunia maupun akhirat.
  5. Puasa memiliki kekuatan untuk mengusir setan karena media untuk menyesatkan dan mencelakakan manusia adalah syahwatnya. Syahwat menjadi semakin kuat karena makanan dan minuman. Diriwayatkan dari Shafiyah r.a. bahwa Nabi saw bersabda “Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darah. Maka, sempitkanlah jalan – jalan setan dengan rasa lapar”. (HR. Bukhari)
Puasa Ramadan memiliki faedah yang sangat besar tidak hanya untuk umat islam yang menjalankannya. Umat diluar islam pun dapat memperolah manfaatnya, memperoleh keberkahannya, terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan produktif. Dikarenankan orang-orang yang melaksanakan ibadah puasa raga dan rohaninya sedang dilatih, dan orang-orang yang tidak melaksanakan nya pun turut merasakan suasana pelatihan tersebut bahkan ikut berpartisipasi mendukung walau hanya sekedar menjajakan menu untuk sahur dan berbuka puasa.
Musthafa Shadiq Ar – Rafi.i menjelaskan puasa Ramadhan sebagai training rohani 30 hari dan aturan universal yang bermanfaat untuk seluruh manusia. Beliau menjelaskan[2]Puasa menjadi materi psikologis yang bisa dipelajari penduduk bumi secara aplikatif selama bulan puasa tersebut. Sehingga setiap orang, laki-laki atau perempuan, bisa menengok kedasar jiwanya untuk menguji makna membutuhkan dan kemiskinan dalam pikirannya, Dan supaya bisa memahami makna-makna kesabaran, keteguhan dan kemauan dalam dirinya tidak hanya dalam buku (teori). Dengan begitu dia bisa mencapai derajat kemanusiaan, egaliter dan kebaikan, sehingga akan terwujud nilai-nilai persaudaraan, kebebasan dan persaman yang hakiki. Dengan berpuasa seseorang menjaga dirinya agar tidak menjadi seperti binatang yang aturan hukumnya adalah hukum perut  dan supaya tidak berintraksi didunia dengan materi-materi hukum perut tersebut. Dengan berpuasa masyarakat akan terjaga kemanusiaan dan eksistensinya, sehingga hubungan antar manusia tidak seperti hubungan keledai dengan manusia yang kekuatannya bisa dibeli dengan seikat rumput. Puasa menjadi aturan sosial umat manusia secara umum. Dengannya masyarakat bisa melindungi diri dari keburukan dirinya. Dunia tidak akan teratur jika tidak ada undang-undang yang ditaati berupa hukum yang universal yang namanya puasa. Betapa agungnya engkau wahai bulan Ramadhan. Seandainya seluruh penduduk bumi mengenalmu dengan sebenar-benarnya, pasti mereka akan menyebut mu Training rohani tiga puluh hari”.

Wallihu'alam

Semoga Bermanfaat


[1] Al mishbah, Almunir,hal 211


[2] Syeh Ali Wasil El Helwany, Fasting A great Medicene.




Minggu, 05 Mei 2019

Cahaya Ramadan : Pentingnya Niat Puasa



Niat merupakan perkara penting dari setiap perbuatan, nilai suatu perbuatan tergantung apa yang diniatkan sipelaku. Niat ibarat sebuah perjalanan adalah tempat yang ingin dituju. Berjalan tanpa tujuan hanya akan membuang-buang waktu dan energi saja, bahkan jika terlaksana, pelaksanaannya pun terlaksana tanpa arah yang jelas dan tidak beraturan.

Rasululloh saw bersabda :
Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang di niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Alloh dan Rosulnya, maka hijrahnya untuk Alloh dan Rosulnya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia dan  karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Secara etimologi niat sama dengan tujuan, sedangkan secara terminologi niat adalah tujuan yang untuk meraih nya dengan jalan melaksanakannya. Niat disyariatkan untuk membedakan antara perbuatan ibadah dengan perbuatan yang bukan ibadah, seperti kegiatan diet yang dilakukan dengan menahan makan dan minum hingga beberapa jam untuk pelangsingan tubuh atau pengobatan suatu penyakit atau untuk tindakan medis seperti ingin menjalankan operasi pembedahan tubuh, tentu berbeda dengan menahan makan dan minum yang diniatkan untuk menjalankan ibadah puasa sesuai tuntunan syariat islam. Atau orang yang sekedar duduk-duduk dimasjid tanpa niat itikaf, berbeda dengan orang yang duduk di dalam masjid dengan niat itikaf. Disinilah fungsi niat, yaitu untuk membedakan suatu perbuatan yang biasa dengan  yang ibadah.

Orang yang hanya sekedar menahan lapar dan haus untuk tujuan bukan beribadah sangat berbeda dengan yang bertujuan ibadah.

Menurut Ar Rafi’I niat berfungsi sebagai pengendali kebaikan. Dengan kesadaran jiwa, niat membimbing gerakan-gerakan ibadah menjadi gerakan-gerakan jiwa, agar tidak menjadi gerakan fisikal semata.

Niat puasa oleh para ulama dimasukkan menjadi rukun puasa, artinya harus ada. Imam syafi’I berpendapat bahwa niat harus dilakukan setiap hari untuk memisahkan pelaksanaan antara dua hari puasa. Boleh dilakukan di awal malam tanpa ada pengaruh apakah setelah itu tidur, makan atau melakukan sesuatu yang lain selama masih dimalam hari.

Kalangan hanafi berpendapat, niat bisa dilakukan malam dan siang hari hingga sebelum mulai menjelang zuhur bagi yang lupa melakukan dimalam hari.

Adapun kalangan maliki berpendapat, niat boleh dilakukan cukup satu kali di awal bulan untuk mengerjakan puasa selama satu bulan penuh. Begitu hendak melakukan puasa selama satu bulan, cukup dengan berniat dimalam pertama Ramadhan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa puasa memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, untuk orang yang beriman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niat puasanya hanya mengharapkan keridhoan Alloh SWT saja, tidak untuk tujuan yang lain yang tanpa diniatkan pun manfaat kesehatan dari puasa juga akan diperolehnya. Dengan kata lain, faedah-faedah dari puasa terkait kesehatan adalah bonus tambahan yang akan diperolehnya. Maka, yang utama adalah pastikan niat puasa karena Allah SWT, jangan sampai kita tergolong orang yang hanya menahan lapar dan haus saja.

Rosululloh saw bersabda :
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga”. (HR. Ath Thobrany)

Niat puasa jugalah yang membedakan kualitas puasa setiap orang yang mengerjakannya. Sebagaimana yang dikatakan Imam Al-Ghazali didalam Ihya Ulum Al dhin, “Puasa itu terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu puasa umum, puasa khusus, dan puasa super khusus”

Puasa umum adalah puasanya orang yang hanya menahan makan, minum dan menjaga kemaluan dari godaan syahwat.

Puasa khusus adalah selain menahan makan, minum dan menjaga kemaluan juga menahan pendengaran, pandangan, ucapan, gerakan tangan dan kaki dari segala macam bentuk dosa.

Puasa super khusus adalah puasanya kalbu, menahan dari segala keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran duniawi, serta menjauhkan segala pikiran selain Alloh swt. Jika berpikir tentang dunia, dia maksudkan untuk kepentingan agama, karena hal itu merupakan bekal untuk akhirat dan bukan termasuk untuk urusan dunia.

Wallahu'alam

(Dikutip dari buku "Sehat Saat Puasa Ramadhan dan Setelahnya, Karya Aa Fajar)

Buku Karya Aa Fajar, Untuk Pemesanan Buku silakan Klik Gambar




Selasa, 09 April 2019

Ramadan Sesaat Lagi, Sudahkah Anda Siap ?



Bulan ramadan adalah bulan mulia yang dinanti-nantikan oleh orang-orang yang mendambakan kemuliaan. Banyak kemuliaan yang Allah Swt berikan pada bulan ramadan, sulit akal manusia untuk menghitungnya. Hanya dengan keimanan yang tertanam di dalam hati kemuliaan tersebut dapat diraih meski tidak dapat dihitung.

Begitu besar kemuliaan bulan ramadan yang dinantikan oleh orang-orang yang mulia karena keimanannya. Apakah Anda termasuk orang yang mulia dan akan memperoleh kemuliaan bulan ramadan itu?

Allah Swt mewajibkan puasa bagi orang yang beriman agar dapat memperoleh kemuliaan, yaitu takwa.Sebagaimana firmannya :

"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-oranng sebelum kalian, agar kalian bertakwa". (QS. Albaqarah ayat 183)

Orang-orang Islam yang beriman sangat bergembira dengan datangnya bulan ramadan, bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Tidak ada kedukaan dan keraguan di hati mereka tentang perintah menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan. Keimanan yang ada pada kalbu mereka menjadikan mereka bersuka cita menyambut Ramadan dengan penuh keyakinan akan memperoleh ampunan Allah Swt.

"Barang siapa yang berpuasa ramadan karena iman dan ikhlas (mengharap rido Alloh) , diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Muslim)

Kemuliaan bulan ramadan dari pada bulan-bulan lainnya telah banyak diketahui oleh umat islam. Kemuliaannya terdengar dari beberapa ungkapan serta sanjungan dari Rasululloh saw. Para sahabat yang mulia dan juga para tabi'in menyanjungnya. Ada yang menyebutnya sebagai bulan penuh berkah, sebuah sebutan yang membuat sebagian besar kalbu umat islam rindu akan kehadirannya.

Bulan penuh rahmat, ungkapan untuk ramadan yang membuat umat islam bergairah melakukan segala kebaikan didalam nya. Bulan maghfiroh, sebuah ungkapan untuk ramadan yang membuat umat islam senantiasa bersemangat memohon ampunan kepada Allah Swt. Bulan dilipat gandakan nya pahala, amalan sunah dinilai setara dengan amalan wajib, syaithan -- syaithan dibelenggu dan bulan ramadan mulia dikarenakan ada satu malam yang jika umat islam yang beriman beribadah pada malam tersebut akan mendapat kan pahala seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar.

Ungkapan -- ungkapan tentang bulan ramadan tersebut lah yang membuat kalbu orang-orang beriman senantiasa merindukan bulan ramadan dan berharap semua bulan seperti ramadan.

Berikut beberapa hadist dari Rasulullah saw berkenaan dengan kemuliaan bulan ramadan.

Dari Abu Hurairoh ra, Nabi saw bersabda :

"Barangsiapa yang shalat (sunnah) di malam Lailatul Qadar dengan dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah berlalu diampuni. Dan barangsiapa berpuasa ramadan dengan dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah berlalu diampuni."( Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Pada lain kesempatan Rasulullah saw bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh :

"Telah datang kepada kalian bulan ramadan, bulan yang penuh berkah, puasanya diwajibkan oleh Allah kepada kalian, padanya pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu Neraka Jahim ditutup, setan - setan  Bengal dibelenggu, padanya Allah mempunyai satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa tidak  mendapatkan kebaikannya, maka dia  benar-benar tidak mendapatkan nya."(Diriwayatkan oleh an-Nasa'i dan al-  Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah)

Masih dari sahabat Abu Hurairoh ra, bahwasanya Rasululloh saw bersabda :
Allah berfirman, "Semua amal anak cucu  Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukKu, dan Aku yang membalasnya. Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang diantara kalian  berpuasa hari itu, maka janganlah berucap  kotor dan jangan mengumpat. Jika seseorang mencelanya atau memusuhinya, maka hendaknya dia berkata,'Aku sedang berpuasa, aku sedang sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak wangi kesturi. Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, yaitu jika berbuka maka dia berbahagia dan jika dia bertemu Tuhannya maka dia berbahagia dengan (pahala) puasa-nya."  (HR. Bukhori, Muslim)

Allah Swt berfirman :

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" (QS. Albaqarah : 185)

Seorang ulama tafsir terkemuka, Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat tersebut mengatakan : "dalam ayat ini Allah swt memuji bulan puasa, yaitu bulan ramadan dari bulan-bulan lainnya. Allah Swt memuji demikian karena bulan ini telah Allah Swt pilih sebagai bulan diturunkannya Al qur'an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan ramadan ini Allah Swt telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya para Nabi alaihissalam".

Rasulullah saw mengatakan tentang terkabulnya doa kaum muslimin  pada bulan ramadan.
"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari dibulan ramadan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan" (HR. Al bazaar)

Rasulullah Saw kembali mengabarkan tentang terkabulnya doa,

"Tiga orang yang doanya tidak tertolak : orang yang berpuasa sampai dia berbuka, pemimpin yang adil,dan orang yang di zhalami" (HR. Attirmidzi).

Demikian itu beberapa keutamaan bulan ramadan yang menjadikannya bulan yang dimuliakan. Dan ternyata berpuasa selain berpahala, juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh. Tidak sedikit ulama terdahulu, para dokter, para ahli kesehatan yang mengungkap manfaat puasa untuk kesehatan tubuh.

Baca : Sehat Saat Puasa Ramadan dan Setelahnya

Salah satunya Dr. Jamal Elzaky dalam bukunya Mukjizat Kesehatan Ibadah, yang merangkum hasil penelitan dari beberapa ahli tentang faedah puasa menurut medis, yaitu :

  1. Puasa memberikan masa istirahat kepada tubuh untuk memperbaiki fungsi metabolismenya dan mengembalikan zat-zat yang dibutuhkannya.
  2. Puasa menghentikan kerja sistem pencernaan dan membuang sisa -- sisa metabolisme  yang tidak dibutuhkan tubuh, yang jika terlalu lama dalam tubuh dapat berubah menjadi  toksin yang berbahaya.
  3. Puasa juga meupakan satu-satunya cara paling efektif untuk mengeluar kan racun dari  dalam tubuh.
  4. Puasa dapat meningkatkan kinerja dan fungsi sekresi sehingga berbagai zat dan materi yang dibutuhkan tubuh tidak keluar bersama sisa-sisa metabolisme. Materi dan zat yang penting itu akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
  5. Puasa dapat mengeluarkan berbagai materi yang berlebihan dalam tubuh dan berbagai  zat lain yang mengendap pada pembuluh darah.
  6. Puasa dapat memperbarui sel-sel tubuh  dan berbagai sistem metabolismnya sehingga  menjadi lebih kuat.
  7.  Puasa dapat menjaga seluruh anggota tubuh tetap sehat dan awet muda.
  8. Puasa akan menjaga kekutan tubuh dan melancarkan penyaluran segala zat yang      dibutuhkan tubuh.
  9. Puasa memperbaiki fungsi pencernaan,   mempermudah proses pencernaan dan        penyaluran makanan, serta memperbaiki fungsi sekresi.
  10. Puasa akan meningkatkan kekuatan memori dan menguatkan akal.
  11. Puasa dapat menyehatkan kulit, sebagaimana yang dilakukan lotion kecantikan, puasa  dapat memperbagus dan memperhalus kulit.
  12. Puasa memiliki efek penyembuhan yang sangat besar tanpa efek samping yang dapat membahayakan tubuh.
  13. Puasa dapat meringankan bahkan menyembuhkan ber bagai penyakit yang sering kali menyerang manusia moderen, terutama penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.


Begitu banyak kemuliaan bulan ramadan yang dapat diraih oleh orang yang ingin meraihnya, baik kemuliaan yang bermanfaat untuk jasmani maupun rohani. Tentu, untuk meraihnya diperlukan kesiapan yang matang.

Dan sebaik - baik persiapan adalah mempersiapkan ilmu tentangnya. Bagaimana cara menyambut bulan ramadan yang sesuai tuntunan Rasulullah saw, berpuasa yang beliau contohkan, wajib dan sunnahnya seperti apa, dan hal - hal yang terkait lainnya.

Sudahkah kita mempersiapkan itu semua ?.

Masih ada waktu untuk kita kembali mempelajari tentang puasa ramadan, dan untuk yang muslimah ataupun yang muslim (laki-laki) untuk membayar hutang puasa yang ditinggalkannya karena halangan syar'i.

Demikian, semoga Allah Swt mempertemukan kita dengan bulan ramadan dan meluangkan waktu kita untuk mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh kemuliaan tersebut dan akhirnya menjadikan kita orang yang bertakwa

Aa Fajar
(Guru TK Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur)